Jenis Minuman Yang Harus Dihindari Setelah Minum Obat

Minuman_berbahaya_jika_tercampur_obat

Ketika mengalami sakit ringan seperti demam, sakit kepala, sakit gigi, flu, batuk, dan lainnya maka yang pertama kita lakukan andalah beristirahat dan meminum obat. Dengan cara meminum obat, baik itu sirup ataupun tablet. Dengan meminum obat tersebut maka dapat meringankan rasa sakit yang kita alami. Namun tahukah anda ada beberapa jenis minuman yang harus kita hindari setelah meminum obat? Untuk lebih jelasnya berikut beberapa jenis minuman yang harus dihindari setelah minum obat.

Minuman Berkafein

Kafein dapat menimbulkan ancaman kesehatan yang serius jika diminum dengan stimulan. Hindari meminum secangkir kopi saat sedang mengonsumsi efedrin (penekan nafsu makan), obat asma dan amfetamin. Beri jarak 2-3 jam setelah minum obat, baru minum kopi atau teh.
Kafein juga ada dalam beberapa produk minuman energi, jadi hindari juga jenis minuman tersebut saat mengonsumsi obat. Interaksi obat dengan makanan tertentu yang Anda makan dapat mempengaruhi fungsi obat yang Anda minum sehingga obat tidak bekerja sebagaimana mestinya. Interaksi ini dapat menyebabkan efek yang berbeda-beda, dari mulai peningkatan atau penurunan efektivitas obat sampai efek samping.

Jus Buah

Menurut penelitian Prof. David Bailey dari  Universitas Western Ontario, jus dapat mengganggu ketahanan tubuh dalam menyerap sari obat. Penelitian ini dilakukan pada sejumlah orang yang diminta meminum obat dengan air putih dan jus buah. Setelah diteliti, ternyata orang yang meminum obat dengan air putih mampu menyerap kandungan obat dengan penuh. Kemudian, orang yang meminum obat dengan jus hanya mampu menyerap sebagian kandungan obat. Menurutnya, jus buah yang dapat mengurangi serapan obat adalah jus jeruk, jus apel, dan jus anggur. Sedangkan obat yang kurang terserap akibat jus tersebut adalah obat antikanker, darah tinggi, jantung, dan obat-obat antibiotik lainnya.

Hindari juga mengonsumsi jus pomegranate (delima).  Zat yang terdapat dalam jus tersebut dapat memperlambat kecepatan hati untuk memecah pengencer darah dan menyebabkan berkurangnya efeks obat. Tidak hanya itu, para pakar juga menemukan bahwa enzim di dalam jus delima dapat memecah resep obat.

Susu

Meminum susu setelah atau sebelum minum obat dapat menetralkan fungsi obat tersebut? Itulah kalimat yang sering kita dengar dikalangan masyarakat. Beberapa obat seperti keluarga antibiotik yang mengandung tetrasiklik akan bereaksi dengan susu. Kalsium yang terdapat dalam susu akan mengikat obat atau antibiotik sehingga mencegah penyerapan obat tersebut di dalam tubuh.

Minuman Isotonik

Hindari minum obat untuk gagal jantung dan obat-obatan hipertensi dengan minuman isotonik karena minuman ini mengandung kalium. Selain itu, kalium yang tinggi juga terdapat pada buah pisang. Kalium berguna bagi penderita hipertensi, tetapi apabila asupan kalium  berlebihan malah membahayakan si penderita.