Perbedaan Guru Profesional dan Amatir

Setiap yang namanya manusia, termasuk guru sebenarnya adalah makhluk-makhluk profesional. Karena merupakan hasil ciptaan tuhan yang paling sempurna. Manusia diciptakan dengan sebaik-baiknya bentuk. Harus diakui manusia adalah makhluk yang memiliki bentuk proporsional dan indah dilihat, serta dilengkapi akal dan pikiran. Dengan berfungsinya akal dan hati manusia secara seimbang maka disitulah eksistensi manusia akan diakui. Apabila seseorang mampu menggunakan akal dan pikiran dengan sebainya maka dia akan medapatkan hasil yang positif pula. Namun begitu juga sebaliknya. Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang perbedaan antara guru profesional dengan guru amatir.

Guru Profesional

guru profesionalProfesional dapat diartikan sebagai ahli, atau orang yang bekerja sesuai dengan bidang keahliannya, kemudian dia mendapatkan penghargaan (dalam hal bayaran atau imbalan uang ) karena pekerjaannya itu. Guru profesional berarti guru yang bekerja (sebenarnya bekerja) sesuai dengan bidang keahliannya. Seorang guru profesional sudah barang tentu tidak akan melakukan aktivitas yang akan merusak fungsi otak dan hatinya. Secara sederhana guru profesional adalah guru yang mampu mengendalikan fungsi otak dan hatinyauntuk sesuatu yang bermanfaat dan bertangung jawab. Dia berhak mendapatkan sebutan profesional karena memang dia telah menjadikan dirinya contoh yang baik pada murid-muridnya.

Adapun ciri-ciri guru profesional yaitu :

  1. Memiliki kemandirian, dia dapat berdiri sendiri, mampu mengerjakan segala hal terkait dengan pekerjaanya tanpa harus menyuruh atau meminta orang lain untuk mengerjakannya;
  2. Memiliki motivasi sendiri, motivasi yang dimaksud datang dari diri sendiri, tidak karena dorongan atau paksaan dari pihak lain. Motivasi yang ada didalam diri seorang guru selalu diperbaharui, sehingga tidak akan mengalami kesulitan ketika memotivasi murid-muridnya;
  3. Memiliki kapabilitas, kapabilitas adalah keampuan, kecakapan, atau keterampilan. Orang yang memiliki kapabilitas adalah orang yang mempunyai semua potensi dan memanfaatkannya secara maksimal. Guru profesional memiliki kecakapan dalam hal mengelola waktu, sehingga setiap detik yang dilakukannya adalah hal yang bermanfaat, dia juga memiliki kemampuan memahami jiwa murid-muridnya, sehingga tidak akan terjadi benturan pikiran dengan murid-muridnya;
  4. Memiliki karakter yang kuat dan kepribadian yang tangguh;
  5. Memiliki etos kerja yang tinggi dan penuh semangat;
  6. Ramah dan senantiasa diliputi oleh kasih sayang;
  7. Memiliki sikap egaliter, menganggap semua manusia sama dan sederajat;

Guru Amatir

guru amatirGuru amatir memiliki kontonasi negatif. Dia mengajar ala kadarnya saja, asal-asalan dan tidak sungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang guru. Biasanya datang – mengajar – pulang – dapat uang – selesai urusan. Dia tidak peduli dengan murid-muridnya, apakah bisa menerima pelajaran yang diberikan atau tidak. Dia tidak merasa terganggu jika murid-muridnya mendapatkan nilai yang buruk dalam ujian. Bahkan ketika murid-muridnya tidak luluspun dia akan mengelak dan mencoba lari dari tanggung jawab.

Segala macam pekerjaan dilakukan dengan instan, dengan cara menyuruh orang lain untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan memberi imbalan, tanpa ada keinginan untuk mencoba dan belajar mengerjakannya sendiri.

Intinya kalau kita konfrontasi antara guru profesional vs guru amatir, maka kita akan mendapat kesimpulan bahwa guru amatir adalah guru yang tidak bisa memaksimalkan dan bahkan mengendalikanfungsi otak (akal) serta hatinya. Itulah sebabnya dia tidak mampu mengajar, apalagi mendidik murid-muridnya dengan baik dan benar.