Perkembangan Terkini Berita Teror ISIS Sindonews

teror-isis

Teror yang dilakukan oleh isis nampaknya memang sangat meresahkan bagi dunia, tak henti – hentinya mereka melakukan teror dan sejumlah aksi sadis yang membuat masyarakat di seluruh dunia menjadi resah. Seperti yang dikutip dari berita teror ISIS Sindonews pekan ini, ISIS bahkan sudah melengkapi aksinya dengan teknologi yang tak kalah dengan negara – negara lainnya. isis telah menggunakan drone dalam aksi mereka, seperti yang sudah terjadi saat ISIS menyerang pasukan Irak di Mosul yang merupakan basis utama kelompok militan tersebut. Drone ini digunakan untuk mengamati keadaan dan memungkinkan untuk ditempelkan bahan peledak, ini bisa diibaratkan seperti sebuah misil namun dengan kendali manual yang bisa diterbangkan hingga sejauh 1,5 mil.

Selain persenjataan yang terus bertambah, ISIS juga seperti tak akan kehabisan pasukannya. Belakangan ini kelompok isis telah mencuci otak 400 ribu anak di Mosul – Irak yang tentu saja semakin meresahkan, aksi mencuci otak ini dilakukan untuk membuat pasukan kecil yang akan melawan dan melakukan aksi serangan bom bunuh diri. Tidak serta merta ISIS melakukan pencucian otak anak – anak kecil di sana, kelompok isis melakukannya dengan memodifikasi kurikulum di beberapa sekolah selama dua tahun. Mereka memberikan doktrin kebencian dan mewajibkan seluruh pelajar untuk bergabung dengan kelompok ISIS, seperti yang disebutkan oleh media komisi jawad Al-Shamri.

Para pelajar dilatih untuk membuat sabuk peledak, menculik sandera perempuan dan menyiapkan booby traps. Di sisi lain, kantor komisaris tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia juga telah menerbitkan sebuah laporan yang memberitakan bahwa ISIS sudah menimbun gas mustard, menculik serta mengeksekusi warga sipil dan merekrut banyak anak – anak untuk dijadikan pasukannya. Kelompok ISIS tersebut mengerahkan sejumlah tentara kecilnya atau yang mereka sebut sebagai ‘Sons Of Khalifah’ di sepanjang lorong – lorong kota tua di Mosul, dengan mengenakan sabuk peledak yang siap diaktifkan kapan saja. Ini sungguh memprihatinkan dan memang sudah seharusnya tidak terjadi.

Baru – baru ini juga ada seorang tentara Amerika Serikat yang tewas akibat ledakan bom rakitan di dekat Ayn Issa – Suriah, namun hingga saat ini identitas korban tersebut masih belum dirilis oleh pihak Amerika Serikat. Ledakan ini terjadi ketika ratusan pengungsi yang melarikan diri dari ISIS tiba di daerah Ayn Issa yang dikendalikan oleh pasukan demokratik suriah dengan dukungan Amerika Serikat. Hal ini sendiri membuat mereka menjadi salah satu dari organisasi militant yang bisa dibilang sangat berbahaya karena memiliki banyak pelatihan dan pengalaman yang benar benar cukup banyak. Selain itu mereka juga merupakan kelompok dengan afiliasi yang besar.

Kelompok isis juga berafiliasi dengan kelompok militan Mesir seperti yang tergambar dari beberapa foto yang menunjukkan proses eksekusi seorang ulama berusia 100 tahun setelah sebelumnya menculik Sheikh Sulaiman Abu Haraz. Diketahui bahwa Abu Haraz diculik oleh kelompok tersebut di depan rumahnya, Karen Haraz dianggap sebagai salah satu ulama sufi dan dihormati di semenanjung Sunai. Kelompok militan mesir ini memang telah bersumpah setia kepada ISIS sejak tahun 2014 padahal seperti yang kita tahu bahwa kelompok tersebut pada awal berdirinya terinspirasi oleh kelompok teroris Al-Qaeda.

Demikian ulasan seputar teror ISIS kali ini, perbaharui terus informasi tentang perkembangan berita teror ISIS Sindonews agar kalian tidak ketinggalan informasi perkemangan tentang teror ISIS.