“Prediksi” Jakarta Tenggelam Di Tahun 2030 ?

Prediksi Jakarta Tenggelam Tahun 2030

Pemanasan global yang menaikkan permukaan air laut, penurunan tanah/ daratan yang terjadiakibat pembangunan yang sporadic serta air bah dari sungai-sungai yang meluap, merupakan kombinasi komplit yang aqkan emngatarkan Jakarta menuju ujung dari takdirnya.

Jakartaa akan tenggelam tahun 2030,begituprediksi para ahli dan juga sudah disadari oleh para pemerintah. Jika tidak mengambil langkah yang cepat segera mengatasi masalah air di Ibu kota, maka 14 tahun lagi tepatnya tahun2030 jakarta akan tenggelam. Ini dikarenakan setiap tahunnya permukaan tanah di Jakarta turun 5-10 Cm sehingga 40 % wilayah Jakarta berada dibawah permukaan laut.Salah satu cara utnuk mencegah tenggelamnya Jakarta yaitu dengan melakukan reklamasi. Pemerintah saat ini sedang menjalankan Proyek Garuda yang brnilai Rp 600 triliun.

Diperkirakan seluruh Jakarta utara di bawah permukaan laut pada tahun 2030. Akibatnya saat ini 13 sungai yang melewati Jakarta tidak bisa alirkan airnya ke teluk Jakarta. Gejala itu sudah Nampak terlihat dan bahkan  terasa bilamusim hujan tiba. Air meluap dimana-mana, padahal mestinya air bermuara ke laut. Apamau dikata, laut lebihtinggidari daratan, dan sudah hukumalamair mengalir daritempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Air mengalir kedaratan Jakarta. Satu-satunya cara agar air tersebut tidak menyerbu Ibu kota adalah dengan membangun bendungan raksasa.

National Capital Integrated Coastal Development ( NCICD ). Proyek besar melindungi Jakarta agar tidak tenggelam. Telah dilauncing dengan pemasangan tiang pancang di masa pemerintahan ( mantan ) Presiden SBY dan oleh presiden Jokowi diputuskan terintegritasi dengan reklamasi 17 pulau.

Namun masih ada waktu untuk menyelamatkan Ibu kota. Setidaknya, ada beberapa program yang bisa dilakukan agar Jakarta tidak benar-benar tenggelam tahun 2030. Satu diantaranya adalah dengan REKLAMASI.

Sebenarnya, wacana reklamasi pesisir pantai di Indonesia bukanlah suatu hal yang baru terjadi pada masa Presiden Jokowi. Jokowi termasuk sangat mendorong reklamasi proyek Garuda yang bernilai Rp 600 triliun. Giant Sea Wall / rekalamsi di teluk Jakarta ini nantinya diharapkan menjadi tanggul raksasa untuk mencegah gar Jakarta tidak tenggelam.

Jauh sebelumnya, ketika masih menjabat presiden, Soeharto telah memulai gagasan reklamasi pesisir pantai di Jakarta. Bahkan, Soeharto menyetujui gagasan pembuatan taman Ria Ancol sekaligus penyegaran kembali kawasan Pulau Seribu.